Kilas balik sejarah dari gagasan besar Presiden ke-3 RI Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie, masa perintisan di Balai Diklat Somba Opu, hingga berdirinya kampus mandiri di Parangloe yang melahirkan generasi berdaya saing global berlandaskan IMTAK & IPTEK.
"Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam penguasaan IPTEK yang didasari nilai keimanan dan ketakwaan, maka dihadirkan madrasah akademik unggulan yang kelak melahirkan calon pemimpin bangsa berotak Jerman dan berhati Mekkah."
Rangkaian peristiwa penting sejak inisiasi awal nasional hingga bertransformasi menjadi salah satu madrasah unggulan terbaik di kawasan Indonesia Timur.
Atas inisiatif Prof. Dr.-Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie (saat menjabat Kepala BPPT sekaligus Menristek), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendirikan Magnet School yang kemudian bertransformasi menjadi SMU Insan Cendekia di Serpong (1996) dan Gorontalo (1997) melalui program STEP (Science and Technology Equity Program) untuk memperkuat penguasaan sains dan teknologi di kalangan santri dan madrasah.
Pengelolaan SMU Insan Cendekia secara resmi dilimpahkan oleh BPPT kepada Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama RI) guna mempertahankan sinergi harmonis antara sains-teknologi (IPTEK) dan iman-takwa (IMTAK). Melalui SK Menteri Agama RI Nomor 490 Tahun 2001, statusnya resmi bertransformasi menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia.
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 744 Tahun 2017, ditetapkan pendirian 13 MAN IC baru di Indonesia, salah satunya MAN Insan Cendekia Gowa di Provinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan Kabupaten Gowa didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Gowa melalui hibah tanah seluas 9.839 m² di Parangloe. Pada tahun 2018 dibuka Seleksi Nasional Pendidik, Tenaga Kependidikan, serta seleksi siswa baru perdana dengan kuota 48 siswa.
Pembelajaran perdana sistem boarding school dimulai pada 13 Juli 2018 berlokasi di Balai Diklat Kabupaten Gowa (Jl. Tombolo, Somba Opu) sembari menunggu rampungnya gedung permanen. Dua bangunan pinjaman disulap menjadi ruang kelas, asrama, dan kantor. Di gedung sederhana berlantai dua inilah, dedikasi awal dan tradisi prestasi gemilang peserta didik angkatan pertama mulai diukir dengan ketangguhan luar biasa.
Tepat tanggal 05 Januari 2019, bentangan langit biru Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe menyambut kepindahan seluruh siswa, guru, dan pengasuh dari Somba Opu. Gedung kelas, laboratorium, asrama, masjid, kantin, dan perumahan guru yang telah rampung resmi beroperasi penuh, menandai dimulainya era keemasan MAN Insan Cendekia Gowa sebagai pusat keunggulan akademik dan riset di Sulawesi Selatan.
Figur pemimpin berdedikasi yang menakhodai MAN Insan Cendekia Gowa sejak masa perintisan, era transisi, hingga bertransformasi menjadi madrasah unggul dan berprestasi di tingkat nasional.
Sosok peletak fondasi awal akademik dan kultur keasramaan MAN Insan Cendekia Gowa. Beliau memimpin perjuangan pada masa perintisan di Balai Diklat Somba Opu hingga keberhasilan hijrah ke kampus permanen di Parangloe.
Mengawal masa transisi kepemimpinan madrasah dengan penuh tanggung jawab, menjaga stabilitas iklim akademik, serta memastikan kesinambungan berbagai program mutu dan pembinaan prestasi peserta didik.
Membawa MAN Insan Cendekia Gowa memasuki babak akselerasi baru melalui transformasi digital, penguatan budaya riset sains, pengembangan sarana prasarana modern, serta capaian prestasi nasional & internasional.